Aku hanya ingin kamu ingat, kalau kita pernah sehangat nafas sebelum sedingin la…

Aku hanya ingin kamu ingat, kalau kita pernah sehangat nafas sebelum sedingin laut lepas. Perasaanmu yang telah kandas, perumpama desiran ombak yang beringas. Menggulingkan semua memori dan kenangan tenggelam ke pusaran paling dalam.

Aku hanya ingin kamu ingat, kalau kita pernah seperti bintang dan bulan yg bersama berdua di malam hari. Sebelum kita menjadi bulan dan matahari, terpisah oleh jarak, berbeda, dan mungkin tak bisa bertemu. Kamu yg sekarang terang menyinari, aku yg sendu bersama malam yang sepi.

Aku hanya ingin kamu ingat, kalau kita pernah sedekat nadi sebelum sejauh galaksi. Kamu yang tadinya selalu menemani dan aku yang selalu menyayangi. Sekarang kamu yang entah pergi kemana dan aku yang menanti sesuatu yang meninggalkan misteri.

Aku hanya ingin kamu ingat, kalau kita pernah merajut mimpi bersama, sebelum semuanya berubah jadi memori. Semua mimpi yang indah bergelimang imajinasi, perlahan merintih berubah menjadi tragedi yang meninggalkan rasa perih. Kamu tinggalkan aku.

Aku hanya ingin kamu ingat, kalau kita pernah menjalin hubungan cinta bersama, sebelum masing-masing dari kita seperti tidak pernah mengenal. Kamu yang tak pernah lagi menatap dan aku yang semakin meredup.

Aku hanya ingin kamu ingat, kalau kamu pernah pulang kepadaku yang kamu anggap sebagai rumah. Sebelum kamu beranjak pergi dan aku yang kehilangan penghuninya. Apa pula makna sejati dari rumah tanpa ada yang mengisi dan menghiasi.

Aku hanya ingin kamu ingat aku.

Sebab,

aku ingat kamu ingin hanya aku… seperti dulu.

by: Detra
#photography #poetry #phosphenous

Source

READ more  Pengalaman Baik di Boss Singapura Hotel dengan Sarapan Halal

Tinggalkan komentar