Apa pernah kau berpikir? tentang sejauh apa sabarku menghadapimu? memaklumi sega…

Apa pernah kau berpikir?
tentang sejauh apa sabarku menghadapimu?
memaklumi segala abaimu,
bahkan saat aku benar-benar butuh matamu sebentar saja untuk sekadar melihatku.

Mungkin kau hanya paham cara menyelesaikan semua itu dengan baik baikmu saja
dengan semua penjelasan yang berulang kali sama.
Sehingga aku harus menelan mentah mentah semua yang ingin kuutarakan.
Kau tetap mencari jalan aman
menguatkan egomu sendirian.

Aku selalu kalah oleh keadaan
kau masih saja keras dan sulit terbantahkan.
Kau rupanya tak cukup kuberi perhatian.
Baiknya kini semua memang harus kupikirkan matang matang
bahwa di titik lelahku pun aku rasanya semakin tumbang.
Sekarang bagaimana bila satu jawaban
di kepalamu aku saja yang mengatakan,

sebab yang kau inginkan sebenarnya adalah
kita akhiri sampai di sini
agar kau nantinya tak menyesali
karena aku yang mengundurkan diri.

Benar?

by: pengedardiksi
#poetry #photography #phosphenous

Source

READ more  Ketika aku kecil, kupikir cinta adalah sebentuk kisah yang berakhir manis, di ma...

Tinggalkan komentar