Denganmu aku menghargai waktu. Dulu-dulu aku tidak pernah bisa disuguhkan naras…

Denganmu aku menghargai waktu.

Dulu-dulu aku tidak pernah bisa disuguhkan narasi panjang lebar hingga cerita yang akhirnya keliling-keliling tidak keruan. Aku sudah tahu sejak hari itu, aku bukan pendengar yang handal.

Tetapi, kini duduklah aku di sebelahmu. Ditemani air mineral yang kita beli di pinggir jalan, tutur katamu menenggelamkan waktu hingga magrib tak lagi kelihatan. Malam seolah mengiringi satu demi satu makna suara yang kamu keluarkan ke dalam telingaku.

Denganmu, aku menghargai temu.

Kita terpisah begitu jauh. Jarak memang sekat tertamak yang menghalangi pandanganku. Jarak tidak membawa pilu, resah, atau cemburu dalam hatiku. Selama kita tahu kita akan bagaimana ke depannya, aku yakin jarak tidak pernah sekalipun berani mengganggu. Untukku, temu tidaklah semenyenangkan sendiriku yang tenang. Temu tidak menjadi prioritasku untuk mengalamatkan rasaku.

Tetapi, kini, seluruh sejarah, masa lalu, yang dulu-dulu, yang endap di relungmu itu menjadi titik fokus pendengaranku yang selalu lelah saat diterjang lalu lalang ibu kota walau sebentar saja. Hingga aku dengan penuh suka menyimak tiap celah tutur katamu dan menunda waktu untuk membuat temu ini lebih lama dari selamanya.

Ajaib sekali. Kamu selalu membawa apapun yang tak pernah kutahu bisa semenakjubkan ini.

Denganmu, aku belajar mendengarkan, belajar banyak hal yang sebelum-sebelumnya aku tak yakin mampu.

Pokoknya, kalau denganmu aku mau untuk menemani hingga entah seberapa lama lagi aku bisa menjadi yang ada dengan segala isi kepala dan semesta yang kamu punya.

Dan denganmu, aku rela babak belur menahan renta yang menulikan seluruhku hingga aku tak lagi bisa mendengar suara dari jiwa baikmu itu.

by: deep-laid
#photography #poetry #phosphenous

READ more  Pengalaman Memesan Penginapan Airbnb di Taipei Tiongkok

Source

Tinggalkan komentar