[Desember] Aku ada di akhir cerita dari satu tahun yang penuh perjalanan tak te…

[Desember]

Aku ada di akhir cerita dari satu tahun yang penuh perjalanan tak terkira. Sebagai penutup dari segala bulan yang ada, aku menyaksikan banyak kisah. Meski hanya ada tiga puluh satu hari saja, mataku tak buta dari banyak hal meski mataku menua.
Desember adalah tentang gegap gempita dan juga haru biru. Banyak dari mereka yang bertemu dalam genggamanku, adapula dari mereka yang berpisah tepat di bawah naunganku. Ada yang merayakan datangnya cinta dan kasih lewat senyuman manis pada tiap-tiap bibir mereka, adapula yang mengisi warnanya dengan isak tangis serta sembab pada kedua kelopak netranya.
Ada lelaki yang menemukan kembali makna cinta. Ada perempuan yang menyayat-nyayat lengannya sendiri karena kehilangan sang pujaan hatinya. Antara garis temu dan garis pisah begitu tipis di tengah-tengah mereka, dan mereka bahkan tidak menyadari tengah bermain di dalamnya.
Di tubuh yang lusuh ini pula terjadi banyak episode drama telenovela sampai drama yang berdarah-darah. Silih berganti peristiwa.
Perpisahan dan pertemuan yang sama-sama tak disangka-sangka selalu mengundang cerita dan tanda tanya. Semesta memainkan takdir kepada setiap pemerannya tanpa kira-kira. Ada yang harus terluka sedemikian parah, ada yang akhirnya bisa tertawa setelah sekian lama dirundung duka.
Di sinilah aku memutar semuanya dan memandanginya bagai mercusuar tua. Kisah naik turun perasaan anak-anak manusia. Meski aku hanyalah desember yang tak bersuara, dalam diam aku berdoa, kepada yang berbahagia agar selalu mengingat saat tak memiliki apa-apa. Dan semoga setiap jiwa yang tengah berduka selalu diberikan kekuatan menghadapinya.
by: Apinja Anastasia & mesinketik
#poetry #photography #phosphenous

Source

READ more  Ulasan Selesai Makan Hemat di Kantin Karyawan Changi Airport

Tinggalkan komentar