Hubungan ini tak perlu hitungan. Cinta tak perlu dihitung per dua tiga bulan. Ak…

Hubungan ini tak perlu hitungan. Cinta tak perlu dihitung per dua tiga bulan. Aku ingin kita tetap bersanding hingga tahun-tahunan. Tanpa embel-embel peringatan hari jadian. Kita cukup berjalan perlahan-lahan. Tangan bergandengan dan menikmati kebersamaan. Tanpa jutaan pujian dan janji setia saling kita lontarkan. Cinta yang sebenarnya tanpa diteriakkan pun mudah dirasakan.

Aku tak mau kita seperti orang kebanyakan, yang kerap saling cemburuan atau berangan-angan soal masa depan kejauhan. Aku juga tak ingin terlalu banyak permintaan dan tuntutan. Seperti menerima pesan balasan per dua menitan atau menolak kado ulang tahun yang mengecewakan sebab tak sesuai harapan.

Tak perlu terlalu memikirkan keadaan, kita mampu bahagia tanpa harus bergelimang kemewahan. Dibanding makan malam di restoran, kita bisa menikmati kerang rebus di pinggir jalan. Daripada menghabiskan uang tabungan, lebih baik kita main ayunan dari ban di halaman atau mencoba wahana tidak menakutkan di taman.

Cinta bukanlah pundi-pundi harta yang harus dipenuhkan. Bukan pula Tuhan yang punya segala kesempurnaan. Cinta cukuplah keganjilan yang digenapkan, aku dan kau yang terlengkapkan. Sesuatu yang menguatkan dari segala ujian dan cobaan. Cinta tetaplah si pincang, si buta, si tuli, si miskin—segala kekurangan yang perlu pensyukuran.

Aku ingin mencintaimu tanpa alasan-alasan yang harus didefinisikan. Tanpa batasan-batasan atas segala ketidakmungkinan. Aku ingin mencintaimu dengan kebebasan saling menggenggam dan menyenderkan kepala di lengan. Tanpa takut kehilangan atau dikecewakan.

Aku ingin mencintaimu dengan segala cara yang selama ini terlewatkan.

Mari bangun rumah ternyaman selagi genggam kita bertautan.

by: @ryvthiokato
#poetry #photography #phosphenous #ryvthiokato

Source

READ more  Aku hanya ingin kamu ingat, kalau kita pernah sehangat nafas sebelum sedingin la...

Tinggalkan komentar

crgroup1 crgroup2