Jenis-Jenis Awan Yang Belum Anda Pahami

Pada kesempatan kali ini, serba definisi akan menengahkan bidang Geografi dengan topik ihwal pemahaman awan, jenis-jenis awan dan proses terbentuknya awan.

Ketika kita menatap ke langit, terlihat sekumpulan awan yang berwana putih dengan bentuk yang bervariasi. Ketika menjelang turunnya hujan, sering tampakwarna awan menjadi lebih gelap. Nah tahukah anda kira-kira apa itu awan ?.

Pengertian Awan

Awan ialah kumpulan kristal es atau tetesan air yang terdapat pada atmosfer bumi, dimana kristal es tersebut disebabkan oleh pengembunan atau pemadatan uap air yang terdapat di dalam udara sehabis melebihi keadaaan bosan.

Proses Terbentuknya Awan

Udara yang mengandung uap air menjadi permulaan terbentuknya awan. Kemudian uap air tersebut meluap yang bermetamorfosis titik-titik air sampai terbentuklah awan. Berikut ini uraian proses terjadinya awan :

  1. Saat terjadi udara panas maka di udara akan terkandung uap air yang lebih banyak.
  2. Udara panas tersebut perlahan naik kian tinggi hingga sampai pada lapisan yang suhunya lebih rendah.
  3. Ketika berada pada lapisan suhu yang rendah, uap air yang berasal dari suhu udara panas tadi akan mencair sehingga terbentuk awan yang mengandung molekul-molekul air yang jumlahnya sungguh banyak.
  4. Ketika pada awal terbentuknya awan, titik air dalam awan akan semakin membesar. Awan semakin berat dikala bertambah banyak titik air dan makin besar awan.
  5. Titik-titik air yang terdapat pada awan yang semakin berat secara perlahan akan jatuh ke bumi. Titik-titik air yang yang jatuh ke bumi inilah yang kita sebut dengan hujan.
  6. Jika seandainya titik-titik air ini berjumpa dengan udara panas, maka akan terjadi proses menguapnya titik air tersebut dan akan menjadikan awan menjadi lenyap. Pada kondisi seperti inilah awan mudah berubah bentuk. Hal ini dikarenakan uap air yang terkandung dalam awan mampu dengan gampang mencair dan menguap. Itulah mengapa adakala tidak terjadinya hujan.

Jenis-Jenis Awan

Seperti yang diutarakan diatas, bahwa bentuk awan sungguh variatif. Oleh alasannya itu pada tahun 1894, Komisi Cuaca Internasional memutuskan jenis-jenis awan dalam empat klasifikasi:
  • Kategori jenis awan tinggi
  • Kategori awan sedang, 
  • Kategori awan rendah,
  • Kategori awan dengan kemajuan vertikal

1. Kategori Jenis Awan Tinggi

Pada kategori jenis awan tinggi, letak ketinggian awan antara satu daerah dengan daerah lain dapat berlawanan-beda, dimana :
  • Kawasan tropis, awan tinggi terletak pada ketinggian 6-18 km.
  • Kawasan iklim sedang, awan tinggi terletak pada ketinggian 5-13 km.
  • Kawasan kutub, awan tinggi terletak pada ketinggia pada 3-8 km.
Awan-awan yang termasuk dalam jenis awan tinggi ditandai dengan kata siro atau sirus:

a. Awan Sirrus (Ci)

Karakteristik dari Awan Sirrus :
  • Berwarna putih tipis pada siang hari dan mengkilat alasannya banyak mengandung kristal es.
  • Tidak menyebabkan hujan.
  • Awan sirrus berisikan halbor air yang terjadi balasan suhu yang terlalu dingin di lapisan atmosfer yang dilewatinya.
  • Awan ini sering berwarna merah atau kuning cerah menjelang dan dikala Matahari terbit atau sesudah Matahari terbenam

b. Awan Sirokumulus(Ci-Cu)


Karakteristik dari Awan Sirokumulus :

  • Awan Sirokumulus berbentuk gumpalan-gumpalan kecil dan terlihat mirip sisik ikan.
  • Jenis awan ini jarang muncul atau sering bergabung dengan awan sirrus.
  • Tipikal awan ini sering menjadikan bayangan.

c. Awan Sirostratus (Ci-St)

Karakteristik dari Awan Sirostratus :

  • Berwarna putih tipis
  • Awan ini terlihat mirip tirai kelambu yang sangat halus
  • Jika terkena matahari akan menimbulkan bayangan di tanah.
  • Dapat menyebabkan hallo(bulat yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan dengan besaran sudut 22 derajat.

Kategori Jenis Awan Sedang

Kategori jenis awan sedang mempunyai ketinggian :
  • Jika berada di tempat tropis, maka ketinggiannya 2-8 km.
  • Jika berada di kawasang iklim sedang, maka ketinggian awan ini berada pada 2-7 km
  • Jika berada pada tempat kutub, maka ketinggiannya 2-4 km.

Awan-awan yang tergolong dalam jenis awan sedang yaitu:

a. Awan Altokumulus(A-Cu) 

Karakteristik dari Awan Altokumulus yakni :

  • Awan ini berwarna putih atau kelabu
  • Wujud awan ini seperti gumpalan kapas pipih.
  • Awan ini kecil-kecil, namun jumlahnya banyak
  • Pada suhu yang sangat rendah, awan ini terdiri kristal es.
  • Awan ini hampir serupa dengan Cirrocumulus. Tapi yang membedakannya adalah bulatan massa awan altocumulus lebih luas berupa massa awan yang berbentuk bulatan atau bergulung-gulung terstruktur dengan ukuran 1derajat  < α < 5 derajat atau lebih besar dari Sirokumulus.

b. Awan Altostratus(A-St)

Karakteristik dari Awan Altostratus yaitu :

  • Bentuk awan ini berlapis-lapis seperti pita
  • Berwarna debu- abu atau biru keabu-abuan
  • Menutupi langit dengan dengan sebaran yang luas
  • Ketika awan ini cukup tebal, maka akan menciptakan hujan.
  • Jika terkena sinar Matahari atau Bulan tidak akan menjadikan bayangan.
  • Akan tampak terperinci ketika senja dan juga malam hari, dan kurang terang saat matahari terbit

Kategori Jenis Awan Rendah

Awan-awan yang tergolong dalam jenis awan tinggi ditandai dengan kata strato pada setiap nama awannya. Awan ini memiliki ketinggian kurang dari 3 km dari permukaan Bumi.

Awan-awan yang termasuk dalam jenis awan rendah ialah:

a. Awan Stratokumulus(St-Cu)

Karakteristik dari awan stratokumulus yakni :
  • Awan ini berupa mirip bola -bola yang sering terlihat menutupi langit sehingga menciptakan langit seolah terlihat seperti gelombang.
  • Awan ini terdiri dari tetes awan dan bisa juga mengandung tetes hujan
  • Kadang-kadang pada awan ini disertai hujan tetapi intensitasnya kecil
  • Awan ini cenderung bergerak lebih singkat dari awan kumulus dan arah perkembangannya cenderung horizontal

b. Awan Stratus(St)

Karakteristik dari awan stratus adalah :
  • Awan ini berupa lapisan-lapisan tipis berwarna kelabu yang mendatar
  • Awan stratus ialah penanda akan turun hujan, yaitu gerimis.
  • Lapisan awan stratus tampak melebar dan seperti kabut yang berlapis

c. Awan Nimbostratus(Ni-St)

Karakteristik dari awan Nimbostratus yakni :
  • Awan ini berwarna putih kegelapan yang penyebarannya di langit cukup luas
  • Awan ini letaknya dengan dengan permukaan bumi, jika mendekat maka cuaca lambat maritim akan gelap.
  • Awan ini berbentuk seperti lapisan-lapisan yang cukup tebal sehingga matahari sama sekali tidak terlihat .
  • Awan ini menghasilkan hujan atau salju yang stabil dan usang

Kategori Jenis Awan Dengan Perkembangan Vertikal

Awan-awan yang tergolong dalam jenis awan dengan pertumbuhan vertikal mempunyai ketinggian antara 500 hingga 1500 meter dari permukaan Bumi.

Awan-awan yang termasuk dalam jenis awan dengan perkembangan vertikal ialah:

a. Awan Kumulus(Cu)

  • Awan ini terlihat seperti bergumpal, mampat dan menjulang.
  • Awan ini berupa garis besar yang tajam dan dasar yang datar.
  • Dasar awan rata dan berwarna kelabu
  • Bagian awan yang disinari matahari tampakputih cemerlang
  • Menghasilkan hujan besar yang mulai dan berhentinya secara mendadak,serta berlangsung singkat.

b. Awan Kumulonimbus(Cu-Ni)

Karakteristik dari awan kumulonimbus ialah :

  • Awan ini terlihat mirip serat halus pada bab atasnya.
  • Terlihat seperti tampak koyak pada bagian bawahnya dan sering terlihat gelap
  • Terdiri atas tetes air dan kristal es pada bab atasnya.
  • Awan ini mampu mengakibatkan hujan besar.
  • Sebelum terjadinya hujan besar, apalagi dahulu dibarengi kilat dan guntur kadang-kadang disertai butiran es