Kita pernah menapak pada sebuah kisah yang runyam. Memaksaku melepas harap, dan …

Kita pernah menapak pada sebuah kisah yang runyam. Memaksaku melepas harap, dan berkawan dengan sepi yang kerap membunuhku hingga mati. Namun hidup harus tetap dijalani. Anggaplah ini sebuah kisah selingan dalam hidup yang ‘kan terus jadi memori.
Kita ‘kan baik-baik saja.
Jadi, tetaplah bernapas, sayang. Sebab aku bukanlah unsur oksigen yang kamu butuhkan.
Hari esok akan segera datang—terus berganti. Esok; aku dan kamu tetap akan menghadapi hari. Melangkah dengan kaki sendiri, sebab luka tidak akan begitu berarti. Esok atau lusa, kuharap kita ‘kan baik-baik saja. Percayalah, jika luka akan membawamu menemui kepingan diri yang dulu sempat kau buang kala kita saling mendampingi.
Aku tidak berjanji tidak akan merindu. Sebab kamu sendiri tahu, kisah kita adalah hal paling candu. Mari coba menerima fakta bahwa tidak semua pasangan insan yang saling menyuka ditakdirkan bersama.
Temuilah seseorang baru yang membuat hatimu tak lagi sendu; membuat harimu tak lagi kelabu—jangan habiskan waktumu untuk tenggelam pada kisah semu yang telah menuai ujung.
Tak ada penyesalan dalam mengenalmu,
Kamu tetaplah hal terbaik walau kita tak bisa bersatu.
by: i.f
#poetry #photography #phosphenous

Source

READ more  Sering kudengar bahwa harapan memberi manusia semangat untuk terus menjalani hid...

Tinggalkan komentar