Lagi-lagi aku hanya diam sembari menatap langit. Ingin rasanya bisa terbang beba…

Lagi-lagi aku hanya diam sembari menatap langit. Ingin rasanya bisa terbang bebas di udara seperti yang dilakukan burung setiap harinya, atau setidaknya menikmati rasanya jadi awan yang berkelana mengikuti alur yang ada.

Damai rasanya hanya bersantai memandang ke atas sana, memandang biru langit yang berujung dan membayangkan hitam angkasa yang takbertepi.

Tapi jika kamu memintaku untuk membandingkan indahnya langit dibandingkan dirimu. Tentu saja. Indahnya langit masih bukanlah tandingan indah dirimu.

Menurutku, tidak salah jika kamu kubandingkan dengan langit. Memang. Hanya kalian berdualah yang berhasil mencuri perhatianku hingga tanpa sadar aku kehilangan banyak waktuku karenanya.

Kalian berdua mirip ya.

Damai yang kurasakan saat bersamamu sama seperti damai yang diberikan langit pagi, seakan memberi udara segar yang mengalir menyejukkan tubuhku.

Eloknya sikapmu sama seperti eloknya langit siang yang berselimut awan, melindungi siapapun yang ada dibawahnya meskipun ia sendiri tersengat panas mentari.

Kamu anggun. Seanggun langit senja yang berhiaskan pola pola mengagumkan. Kalian berdua adalah lukisan Tuhan terindah yang dihadirkan di dunia.

Ah…
Kamu juga misterius seperti langit malam. Seakan menyembunyikan suatu misteri yang tidak terjawab oleh logika. Tapi menurutku, justru sisi misteriusmu ini yang membuatmu lebih menarik. Karena bulan yang indah memang hanya muncul saat malam hari bukan?

Mungkin suatu hari nanti aku bisa mengajakmu ke langit;

Bermain disana, hingga kamu lupa bahwa dulu kita tidak saling mengenal.

Berbagi cerita, seolah tak ingin waktu menghentikan kita.

Bercanda, hingga yang melihat kita iri dan ingin mengikuti.

Tapi takkan kuizinkan.

Karena yang aku inginkan, hanya langit dan dirimu.

#poetry #photography #phosphenous

Source

READ more  Untuk para pejuang akademisi,Saat ini, seminggu ke depan, maupun bertahun-tahu...

Tinggalkan komentar

crgroup1 crgroup2