Mengapa Tony Stark yang dibuat Tewas ?

Buat yang udah puas nonton Endgame, baik fans loyal maupun sekadar hype trend perfilman, pasti terlintas dibenak pikiran tentang “mengapa Tony Stark yang dibuat tewas?”

 

 

In a nutshell, jawabannya karena kontrak kerja udah habis…atau fase Infinity Saga udah mau tamat. Tapi kalo jawabannya cuma itu rasanya kurang memuaskan, banyak yang berspekulasi ini-itu tentang kematian Tony. Oleh karenanya, mari kita liat berdasarkan fakta yang disajikan film MCU.

 

 

Sejak Avengers (2011) tayang, ada 3 tokoh yang disebut sebagai “The Big Three” yakni Thor, Capt & Tony. Ketiganya juga yang menjadi ujung tombak dalam menghadang Thanos menjentikkan jari untuk kedua kali. Nah, dari ketiga pilar ini banyak fans yang ga rela dan bertanya kenapa harus Tony yang dibuat tewas. Padahal sebenarnya, kematian Tony merupakan konklusi terbaik dari apa yang disebut “pengembangan karakter”.

 

 

 

Tony Stark

 

 

 

Disebut dengan Konklusi Terbaik

 

 

1. Tony Stark menjadi tokoh yang lebih realis ketimbang Thor & Capt.

 

 

Thor tergolong super power itu wajar karena memang berdarah Asgardian. Begitu pula dengan Capt yang layak mengangkat Mjolnir, dirinya memang berkarakter mulia, jauh lebih mulia dari Tony. Kedua karakter ini sama2 punya 3 film solo yang mengeksplor kekuatan mereka. Sedangkan Tony, digambarkan sebagai workaholic yang gemar membuat armor. Rasanya manusia di dunia nyata juga bisa melakukannya, meskipun tidak secanggih film, tapi tetap lebih real ketimbang jadi keturunan dewa atau punya serum pertumbuhan instan yang hanya mampu terwujud di dunia perfilman. Oleh karenanya, karakter Tony bisa lebih dekat dengan penonton karena banyak hal di film yang bisa dibawa ke dunia nyata, ketimbang lika-liku kehidupan Thor & Capt.

 

 

2. Tony Stark spesial di mata Thanos.

 

 

Dalam debut perdananya di Infinity War, Thanos menjadi villain yang cerdas & punya strategi yang gak main-main. Kalau diamati lebih seksama, Thanos melakukan segala cara untuk mendapat infinity stone, namun dirinya hanya membunuh seseorang jika itu memang jalan terakhir, semisal Gamora & Vision. Musuh lainnya hanya dihadapi sekadarnya karena Thanos tau mereka ga terlalu penting untuk diladeni, ambisi mengumpulkan batu jauh lebih utama.

READ more  Hal Romantis Ketika Pacaran di Paris Francis

 

 

Uniknya, meskipun Tony bukan pemegang Infinity Stone, Thanos tetap bertarung hingga membuat Tony hampir tewas. Jauh berbeda ketika Thanos menghadapi gang Guardian Of The Galaxy & Avenger sewaktu di Wakanda yang masih dianggap remeh. Bahkan Tony jauh lebih dilawan secara serius ketimbang Dr Strange yang sudah jelas memegang Time Stone. Tony sendiri juga heran kenapa Thanos bisa mengenalnya dan mengatakan “you’re not the only one who cursed by knowledge”.

 

 

Jawaban paling masuk akal karena Tony & Thanos adalah 2 sisi dalam koin yang sama. Keduanya sama2 genius, futurist dan pandai membaca situasi. Hanya berbeda dalam hal ambisi hidup, Thanos menyeimbangkan semesta dan Tony mencegah mimpi buruk yang terlihat di Age of Ultron, akibat ulah Thanos.

 

 

Tony Stark Karakter yang Adaftif

 

 

Jangan lupa juga bahwa Tony yang menghentikan invasi Cithaury di New York pada film Avengers pertama. Tragedi ini yang mungkin membuat Thanos mengenal Tony karena sangat jarang ada orang yang mampu menghadang invasi pasukannya. Apalagi Tony tergolong ras manusia biasa yang kemajuan teknologinya dipandang rendah ketimbang ras alien lainnya.

 

 

 

3. Tony Stark karakter paling adaptif!

 

 

Mari kita buat point track record Iron Man:

 

 

-Setelah diculik teroris, Tony berhenti menjual senjata perang & lebih memilih fokus mengembangkan armornya. Dia tau banyak produk ciptaannya yg disalahgunakan, oleh karenanya konsep armor (pilot tanpa pesawat) yang bisa melindungi orang-orang dipilih sebagai pengganti.

 

 

-Tony sadar armornya membeku jika terbang terlalu tinggi, akhirnya digunakan titanium sebagai bahan utama supaya bisa mengatasi masalah freezing di udara.

 

 

-Armornya sudah berfungsi namun masih terlalu rumit, akhirnya dia menciptakan armor dalam koper yang terlihat di film Iron Man 2.

 

 

READ more  There was a time this wasn't toxic. There was a time you were my safe harbour in...

-Sadar arc reactornya berbahaya dan energinya tidak efisien, Tony menciptakan reactor baru berdasarkan referensi penelitian ayahnya.

 

 

-Setelah tragedi New York & terbentuknya Avenger, Tony berusaha menciptakan Iron Legion (kumpulan armor di Iron Man 3), dirinya sadar bahwa kerja sama jauh lebih penting ketimbang beraksi sendirian.

 

 

-Bercermin dari kejahatan Loki, Tony berusaha menciptakan Ultron sebagai pencegahan malapetaka dari makhkuk luar angkasa lainnya. Meskipun gagal, namun Tony juga yang paling berperan dalam terciptanya Vision.

 

 

-Sadar akan kesalahannya pada Ultron, Tony pun berusaha menyetujui perjanjian dalam Civil War yang mengatur regulasi aksi para pahlawan, awal dari pertikaian yang bersejarah.

 

 

-Berkaca dari kecelakaan War Machine pada film Civil War yang jatuh dari ketinggian, Tony menciptakan parasut pada kostum Iron Spider yang terlihat di Infinity War. -Setelah kostumnya mudah dirusak Ant Man dengan masuk lewat celah2 armor, Tony beralih pada nanotechnology agar armornya hampir tidak memiliki celah.

 

 

 

Lanjutan

 

 

-Kekalahannya saat bertarung melawan Capt & Bucky juga yang membuat Tony turut menciptakan senjata jarak pendek (pedang & perisai) yang terlihat di Infinity War karena selama ini armor Tony lebih pada spesialis senjata jarak jauh.

 

 

-Tony akhirnya membuat tiruan infinity gauntlet dengan nanotechnology karena ia sadar bahwa sarung tangan Thanos tidak bisa direbut meski dengan kerja sama tim. Sehingga apabila sarung tangan itu kembali direbut Thanos, Tony cukup melepas batunya saja tanpa harus merebut gauntlet secara utuh. Akhirnya antisipasi Tony ini berhasil menggagalkan jentikan Thanos yang kedua kalinya. Meskipun itu berarti dirinya harus tewas.

 

 

Dari keseluruhan rekam jejak Iron Man ini, dapat kita simpulkan bahwa kesalahan dan kekalahan Tony hanya membuat dirinya semakin kuat. Sebuah perkembangan karakter yang nyaris sempurna telah sukses diciptakan. Anda boleh saja mengagumi Thor yang kekuatannya diatas rata-rata atau karisma Capt yang menjadi leader Avengers. Namun Tony punya kelebihan dalam perkembangan karakter yang tidak dimiliki tokoh lainnya.

READ more  Aku hanya ingin kamu ingat, kalau kita pernah sehangat nafas sebelum sedingin la...

 

 

Misal, 3 film Thor secara garis besar hanya membahas konflik level dewa. Begitu pula 3 film Captain America yang fokus pada konflik seputaran Amerika. Namun saat melihat semua film Iron Man, selalu ada inovasi baru yang terlihat sebagai hasil dari pengembangan karakter tokoh fiksi. Perubahan besar pada Thor & Capt baru terlihat pada Infinity War, berbeda dengan Tony yang ditiap filmnya selalu ada hal baru.

 

 

Lebih jauh lagi, Iron Man juga menjadi karakter yang paling sering muncul di luar 3 film solonya, karena karakter Iron Man memang sejatinya mampu menopang pengenalan karakter lain, semisal Spider Man & Hulk.

 

 

Pengembangan karakter ini tentu akan baik bila memiliki penutup yg baik pula, oleh karenanya pengorbanan Tony menjadi pilihan paling tepat. Kenapa?

 

 

Ingat saat Capt & Tony pertama kali berkenalan dan keduanya saling sindir: Capt: Kau hanya orang egois yang mementingkan gaya sendiri dan tak rela berkorban demi orang banyak.

 

 

 

Debutnya di dalam Endgame

 

 

Tony: Ayolah, semua kelebihanmu itu tidak lebih dari sekadar percobaan lab.

 

 

Namun dalam debutnya di Endgame, kita melihat Capt mampu mengangkat Mjolnir, sebuah kelebihan yang tidak bisa direkayasa dalam lab. Serta Tony yang berkorban demi mengalahkan Thanos, hal yang harusnya tidak dilakukan orang egois, apalagi kehidupan Tony sudah tentram pasca kemenangan Thanos, meninggalkan keluarga pasti menjadi harga yang sangat sulit dibayar.

 

 

Berdasarkan semua rekam jejak ini, gue pun menganggap kematian Tony sebagai apresiasi tertinggi atas perkembangan karakternya selama 10 tahun belakangan. Pengorbanan tokoh fiksi ini juga yang menjadi pemicu awal dari generasi baru Avengers. Sudah dikonfirmasi oleh Russo Brother dengan adanya easter egg suara ketukan palu dalam post credit Endgame, suara yang sama ketika Tony menempa armor pertamanya di dalam gua. Tanda dari mulainya era baru dunia MCU!

 

 

Berawal dari I am Iron Man dan diakhiri dengan I am Iron Man. Love you 3000 ❤

 

Tinggalkan komentar