Mengerti Fintech Yang Belum Anda Pahami

Perkembangan teknologi yang begitu pesat final-final ini turut mempengaruhi sektor finansial, yaitu dengan munculnya perumpamaan yang sedang lagi ngetrend ketika ini: Fintech.

Dikutip dari sumber weforum(World Economic Forum), dalam suatu makalah World Economic Forum, para pemimpin bisnis dari seluruh dunia mendesak perdebatan sosial dan persyaratan pengaturan proaktif sekitar fintech, atau teknologi keuangan.

Lazimnya suatu layanan ataupun tata cara memerlukan standarisasi semoga interoperabilitas dengan berbagai organisasi dapat berlangsung dengan baik.

Lalu kira-kira apa sich itu Fintech, kenapa fintech ini begitu penting untuk distandarisasi.

Apa itu FinTech ?

Kata FinTech merupakan kepanjangan dari “Financial Technology”. Maksudnya adalah sebuah layanan bidang finansial yang memakai sentuhan teknologi.

Kemunculan istilah FinTech ini sendiri didasari oleh para Startup yang menggunakan teknologi untuk memberikan jasa keuangan yang ada dengan biaya yang lebih rendah. Disamping itu perusahaan-perusahaan keuangan sering berhubungan dengan Startup untuk mendorong penemuan dalam sektor finasial.

Definisi Fintech bukan dipandang hanya disisi organisasi, dalam hal ini bank tetapi mempunyai arti cakupan yang luas. Bahkan penitikberatan Fintech lebih difokuskan pada sisi pengguna. Misalnya bagaimana melaksanakan layanan deposito bagi para nasabah secara online, tanpa harus berdatangan langsung ke bank.

Sehingga dengan orientasi inovasi jasa finansial yang menitikberatkan kemudahaan bagi pengguna (customer) menjadikan semakin menjamurnya Fintech dengan terobosan-terobosan teknologi dalam layanan jasa finansial.

Fungsi Fintech 

Dengan kehadiran teknologi (terutama teknologi info) dalam sektor jasa finasial dibutuhkan dapat mengoptimalkan serta mempercepat aneka macam aspek dari layanan keuangan yang tersedia saat ini, mirip

  • Metode pembayaran
  • Perencanaan keuangan
  • Transfer dana,
  • Pinjaman
  • Pengumpulan dana
  • Pengelolaan aset
  • Dan layanan keuangan lainnya

Sejarah kehadiran Fintech

Zopa yang merupakan perusahaan keuangan secara online yang melayani jasa derma kepada penduduk dianggap selaku aktivis kedatangan FinTech. Dalam melayani bantuan terhadap masyarakat, perusahaan Zopa yang berkedudukan di Inggris memakai suatu platform finansial P2P (Peer-to-Peer) antara penanam modal dengan pelanggan.

Konsep P2P (Peer-to-Peer) ini sering digunakan dalam lingkungan jaringan komputer yang berisikan dua atau beberapa komputer. Dengan konsep P2P ini setiap komputer dapat saling berbagi mirip sharing resouce dan service (mirip penggunaan data dan printer bantu-membantu).

Dari rancangan sharing yang dimiliki P2P inilah, Zopa mencoba menciptakan inovasi untuk mempertemukan investor dengan calon peminjam. Sehingga fasilitas dalam bertransaksi menjadi lebih cepat dan robust.

Fintech di Indonesia

Di Indonesia sendiri, melalui Komunitas Fintech Indonesia telah membentuk Asosiasi Fintech Indonesia pada 17 September 2015. Asosiasi ini merupakan wadah yang menghimpun perusahaan dan institusi para pelaku sektor jasa keuangan yang menggunakan pertumbuhan teknologi dalam melakukan bisnisnya. Sejauh ini, Asosiasi Fintech Indonesia telah memiliki keanggotaan berdasarkan situs Fintech Indonesia (tanggal 29 Maret 2017) dengan rincian :

  • 59 Perusahaan startup
  • 18 Lembaga Keuangan
  • 7 Mitra Asosiasi

Menurut skim.kominfo.go.id, nilai transaksi Fintech di Indonesia di tahun 2016 diperkirakan mencapai USD 14,5 milyar USD, atau 0,6% dari total nilai transaksi global yang diperkirakan mencapai USD 2.355,9 milyar. Mayoritas perusahaan Fintech di Indonsia bergerak dalam hal klasifikasi payment, clearing & settlement.

Contoh Fintech di Indonesia

  • Midtrands
    Midtrans memaksimalkan bisnis online dengan menawarkan metode pembayaran online yang kondusif, metode analisis data untuk kelola risiko, dan metode chat untuk meningkatkan transaksi. Mengelola bisnis online menjadi lebih mudah
  • Doku
    Doku dikenal sebagai perusahaan penyedia layanan pembayaran elektro dan administrasi resiko pertama di Indonesia. Dengan semangat kerja keras dan totalitas dalam mendukung keperluan bisnis online para merchant, DOKU makin diandalkan dan menjadi layanan pembayaran elektro pilihan bagi merchant nasional maupun internasional.
  • HaloMoney
    HaloMoney hadir untuk menolong Anda menciptakan keputusan keuangan dengan bijaksana. Kami menyediakan aneka macam informasi yang dibutuhkan untuk mencari kartu kredit dan tunjangan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang cocok dengan kebutuhan dan kesanggupan Anda. Dengan platform perbandingan online kami, Anda mampu membandingkan manfaat, suku bunga, dan ongkos yang lain untuk seluruh jenis produk keuangan yang kami tawarkan. Layanan kami ditawarkan secara gratis, tidak berpihak, dan gampang dikenali bagi seluruh pengguna di Indonesia.
Dan masih banyak Fintech yang lain yang dapat kita lihat pada situs Membership Fintech Indonesia.