perihal kamu, aku banyak gagalnya. kamu tahu, bahkan meski sejak belasan purnam…

perihal kamu, aku banyak gagalnya.

kamu tahu, bahkan meski sejak belasan purnama yang lalu aku sudah bersumpah di depan waktu, bahwa segala tentang kamu akan kubiarkan membeku. semua memori yang pernah saling kita bagi, sudah kutambatkan jangkarnya pada titik henti.

aku sadar semua itu kulakukan terpaksa, demi akal sehatku tidak terus menerus mengejar sosok yang sudah tiada. demi vakum ragaku dari berjuang menggapai figur maya yang tidak akan kunjung nyata. namun apa boleh buat, bisaku lagi-lagi hanya sementara.

kamu tahu obat sakit maag? pesakitan dipaksa mengunyah pereda sakit untuk sejenak saja tetapi tidak akan pernah menyembuhkan seutuhnya. rasaku padamu pun tak ada beda. melaju tanpamu hanya akan bertahan pada masa jeda, sisanya kembali lagi padamu sejuta harapku bermuara.

terkadang aku lelah, terkadang aku marah—pada diriku sendiri, tentu saja. sudah tahu kamu tidak jelas ke mana hilangnya, kenapa aku masih cinta? namun sepertinya pertanyaan itu terlalu sulit, kulogikakan pun yang kutemui hanya rasa sesak dan membikin dadaku sempit. lagi-lagi yang kupunya hanya pilihan untuk menjalani, berusaha tidak denial dan berdamai dengan diri sendiri.
tidak peduli sudah berlalu sekian waktu aku serius mengganggap memori soal kamu telah hangus— tetap saja aku akan kembali ke titik ini. titik di mana aku sadar bahwa aku gagal menganggapmu mati.
pada akhirnya aku maklum, betul di satu bagian hidup, kamu adalah kegagalanku. kamu adalah aib, malu dan aku berhasil menimbunmu di banyak waktu. tetapi pada satu titik, fakta masih menjadi milik bahwa kamu pernah menjadi cinta terbaik—dan aku harus berbesar hati mengakui, di titik yang itu kamu hidup, menjelma bagian yang akan terus kuhirup.

READ more  Aku ini, terlalu bebal dalam urusan mencintaimu, tidak mau berhenti—walau sudah ...

by: @apinjaanastasia
#poetry #photography #phosphenous

Source

Tinggalkan komentar