Semisalnya waktu itu semesta tidak membiarkan kita saling mengenal satu sama lai…

Semisalnya waktu itu semesta tidak membiarkan kita saling mengenal satu sama lain dengan baik, aku ingin memaksanya agar aku tetap dibiarkan untuk bertemu meski tanpa mengenal. Jika tahu pada akhirnya akan ada luka yang menggores hatiku akibat mengenalmu, aku bukan ingin marah pada semesta atau kamu. Melainkan pada hatiku yang dengan lancang jatuh padamu begitu saja.

Aku tidak menyesal, hanya saja hatiku terlalu ceroboh dengan menjatuhkan diri di jurang yang gelap tanpa tahu ada apa di dalamnya. Begitu bodoh dan lugu, hingga saat luka itu berhasil menggores pada hatiku saja hanya aku jawab,
Aku tidak apa-apa.

Kalau sudah begini, aku harus apa?

by: Rain
#poetry #photography #phosphenous

Source

READ more  Datanglah menawarkan peluk hangat didasari hati lapang, atau kue pancong setenga...

Tinggalkan komentar